JADI SEPERTI INILAH SEJARAH TERBENTUKNYA COPPO TOMPONG




     DCT-TOMPONG, Desa Coppo Tompong adalah salah satu dari 06 Desa yang ada di Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Desa Coppo Tompong, merupakan Desa yang masuk wilayah daratan yang dikelilingi oleh gunung-gunung. Untuk menopang terbentuknya kecamatan Mandalle pada waktu itu, diadakanalh pemekarana keceamatan segeri Mandalle. pada saati itu, Kecamatan Mandalle hanya terdiri dari 5 Desa antara lain :
1. Desa Mandalle;
2. Desa Tamarupa;
3. Desa Boddie;
4. Desa Manggalung;
5. Desa Benteng.

     Pada Tahun 2000 diusulkan Desa Mandalle untuk dimekarkan menjadi 2 (Dua) Desa ialah Desa Mandalle dan Dusun Mattiro Deceng dan Dusun Tanjengan Menjadi Desa Coppo Tompong.
Resminya Desa Coppo Tompong pada Tanggal 09 September 2000. Sumber Sekcam pada saat itu tanggal 27 Maret 2002. selanjutnya perkembangan Desa Coppo Tompong adalah sebagai berikut :
1. Drs. Muhammadia Pjs. Kepala Desa dari Tahun 2000 s/d 8 Juli 2002;
2. Muh. Saleh. HD Kepala Desa Pertama dari Tanggal 09 Juli 2002 s/d 09 Juli 2007;
3. H. Abd. Samad, S.Pd Pjs Kepala Desa dari Tanggal 10 Juli 2007 s/d 16 Juli 2008;
4. Makmur Kepala Desa dari Tanggal 17 Juli 2008 s/d 29 Agustus 2014;
5. Drs. H. Aminullah Umar, MH Pjs. Kepala Desa dari Tanggal 30 Agustus 2014 s/d 02 April 2016;
6. Mashud, S.Sos., M.Si Pjs. Kades dari Tanggal 03 April 2016 s/d 20 Desember 2016;
7. Makmur Kepala Desa dari Tanggal 21 Desember 2016 s/d Sekarang

     Jarak tempuh antara Desa Coppo Tompong dengan kota kecamatan sekitar 2 km, dengan mengendarai sepeda motor, waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 10 menit. Jarak tempuh ke Kabupaten sekitar 27 km, dengan kendaraan yang sama menggunakan waktu sekitar 60 menit. Desa Coppo Tompong, secara umum dalam melakukan aktivitas berkendaranya, ialah mengunnakan motor dan mobil. motor yang digunakan, rata rata ialah motor kelas bebek dan matic, dan kendaraan Mobil yang digunakan masyarakat coppo tompong, bervariasi.

      Desa Coppo Tompong, dari segi Jalan lintas dalam Desa  yang menghubungkan antar dusun, bisa dikatakan sudah baik, karena jalan yang menghubungkan antara dusun tersebut, telah berbentuk beton, dan beraspal. walau demikian, masih ada daerah tertentu yang tidak berbeton, terutama daerah pegunungan Kajuara. Hingga artikel ini ditulis, daerah Kajuara, masih ada yang memiliki jalan tak berbeton. Jalan tak berbeton tersebut, terbentang hingga perbatasan Desa Lasitae, Balliangi, Kab. Barru.Namun, saat ini, jalan tersebut, mulai dikerjakan.

      Desa Coppo Tompong memiliki luas wilayah daratan 5,32 km2 dengan batas wilayah sebagai berikut:
Batas wilayah :
Utara : Desa Mandalle
Selatan : Desa Manggalung
Barat : Desa Tamarupa
Timur : Kabupaten Barru

     Desa Coppo Tompong, Ditinjau dari letak geografis, sangat strategis untuk pengembangan daerah pertanian, tambak, peternakan dan pengembangan usaha kecil menengah. Namun disayangkan, sampai dengan saat ini belum ada pembinaan yang jelas untuk para warga masyarakat,  sehingga Masyarakat, tidak terlalu banyak menikmati potensi sumber daya yang ada.     

     Desa Coppo Tompong, Secara administrasi dikepalai oleh seorang Kepala Desa, yang defenitif dan memiliki wilayah Dusun sebanyak  2 ( dua) Dusun.  wilayah Dusun yang dimaksud yakni:
  1. Dusun Mattiro Deceng
  2. Dusun Tanjengan 

     Desa Coppo Tompong, Dilihat dari letak geografis  pada umumnya merupakan Desa yang keadaan daratannya datar,  sehingga wilayah desa Coppo Tompong memiliki areal persawahan yang sangat luas. Oleh sebab itu, sebagian besar masyarakat Desa Coppo Tompong, bergantung pada pertanian atau memiliki pendapatan utama di bidang  pertanian.  Wilayah dataran ini berpotensi untuk pengembangan pertanian dan tani tambak   Selain sumber utama pendapatan warga masyarakat di bidang pertanian,  warga juga memilih usaha untuk beternak. Semakin banyak ternaknya semakin menunjang ekonomi keluarga. Akan tetapi, tidak semua warga dapat memiliki ternak sedang sampai besar. Umumnya hanya ternak kecil seperti ayam, itik, sapi. Itupun hanya jumlah kecil. Begitupun dengan tambak udang, ikan bandeng masih dalam sekala kecil. Karena Kepemilikan ternak dan tambak yang  besar terkendala pada modal pengadaan bibit ternak tambak dan usaha pemeliharaannya.Tidak tersedianya padang gembala, dan masih kurangnya pengetahuan warga untuk pembuatan pakan ternak masih menjadi kendala bagi warga dalam peningkatan ekonomi keluarga.

     Desa Coppo Tompong Dalam bidang sosial budaya,  memiliki potensi tenaga kerja yang cukup besar dan terbesar di seluruh pelosok dusun. Potensi desa dalam bidang ini adalah  : Kelompok Tani, Kelompok SPP, Kelompok Agama, Kelompok Majelis Ta’lim, Kelompok PKK, Kader Posyandu, Karang Taruna, Lembaga Pembangunan Desa (LPD), Badan Permusyawaratan Desa(BPD), Perangkat Desa merupakan Urat Nadi terlaksananya Roda pemerintahan, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat



Post a Comment

0 Comments